doa

Doa untuk Mereka

22:34:00

Emak:...kalau sekarang sudah waktunya minta didoakan anak saja. Aku samean dongakne terus nggih..
Saya: Nggih mak, mesti takdongakne. Dongaku tiap mantun sholat kuwi Ya Allah, sayangilah bopo ibu & mama papa melebihi bagaimana mereka menyayangiku. Berikanlah mereka kesehatan, panjang umur, umur yang barokah serta rezeki yang barokah..
Emak: Amin..
Saya: Wonten sing kirang tah Mak? Mboten nopo-nopo (disampaikan) mangke taktambahi.
Emak: Mboten, ga kurang Nak.

Beliau memejamkan mata sejenak.

Emak: Oh tulung ditambahi.
Saya: Nopo Mak?
Emak: Jika Kau ambil, Ambillah dengan khusnul khotimah ya Allah.
Saya: *menghela nafas* Amin ya robbal 'alamin.

Lalu air mata beliau meleleh.

doa

Egois yang Boleh

09:59:00

Sejak menikah, saya merasa saya bertambah egois dalam berdoa. Doa semakin panjang, bermacam-macam dan cukup rewel. Terkadang muncul juga rasa bersalah denganNya. Bagaimana saya meminta sederet keinginan padahal ibadah belum jua sempurna? Tapi seperti syair Abunawas yang kerap dilagukan di masjid & musholla sekitar rumah, saya sadar betul bahwa saya hanya seorang manusia yang menghamba dan dengan segala keegoisan meminta Tuhan untuk tetap menyelamatkan saya, terlepas dari kesalahan & dosa yang masih dipanggul.

Salah satu pinta yang rajin saya selipkan dalam doa adalah dijauhkannya keluarga dari orang-orang yang iri & dengki, dari orang-orang yang berniat buruk kepada kami. Sungguh, senyampang berjalannya waktu semakin terasa bagaimana sebenarnya saya tidak pernah punya kuasa atas jodoh. Orang-orang yang dipertemukan dengan saya, baik yang menjadi kawan atau lawan, bagi saya ditautkan oleh benang tak kasat mata yang bernama jodoh. Entah rekan kerja, tetangga, guru, saudara, mertua, anak, tak ada yang benar-benar dapat kita pilih dan harap seperti kemauan kita.

Alhamdulillah, sampai sekarang saya merasa doa yang satu ini dijawab dengan kontan oleh Tuhan. Ia mengirimkan banyak sekali orang-orang dengan kebaikan di sekitar kami. Bahkan jika ada yang berniat buruk pun selalu tampak dengan sengaja ataupun tidak, secara langsung atau tidak. Dan saya sangat bersyukur atas semua ini, karena adalah suatu yang niscaya, hubungan antar manusia adalah hubungan yang rumit dan penuh variabel tak terduga di dalamnya.

Benar, memang banyak yang bilang jika orang yang dipertemukan dengan kita pasti punya peranan untuk membentuk pribadi atau bahkan sebagai ujian ketahanan. Tetapi, saya hanya menggunakan kesempatan sebagai seorang hamba yang diperbolehkan berdoa untuk meminta, maka saya meminta untuk dilingkupi hanya oleh orang-orang yang dapat membawa dan menjaga saya terus berada di jalanNya. Boleh kan?


=)

doa

Malam Takbir

00:13:00

Malam idul fitri ini sendu, karena pikirku lari padamu, anakku.
Mas Al, jika engkau tumbuh sehat, maka engkau hadir di saat ramadhan ini. 

Tapi engkau tumbuh di dekatNya, di tempat terindah bersama Sang Pemilik Cinta. 
Engkau beruntung nak. Bersuka citalah.

Tapi maafkan ibumu ini, aku mendadak sangat rindu padamu.
Ibu sekarang sedang tumbuh bersama adikmu. Doakan ia tumbuh sehat ya nak. 
Doakan pula bapak & ibu bisa jadi orang tua yang mampu mendidik & membesarkan adik-adikmu dengan baik. 
Kecupkan juga rinduku pada Ia, yang Maha Cinta.
Aku selalu sayang padamu, Al.

Bertakbirlah yang keras di sana, putraku.

doa

Selamat Jalan, mas Iqbal Rais..

08:35:00

Tidak sampai 2 minggu dari saya menulis post ini, kemarin malam beliau kembali di sisiNya. 
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. 
Hanya kepada Engkau seluruh kepunyaanMu kembali ya Rabb..  


Setelah perpisahan ini, semoga kami yang ditinggalkan kuat melanjutkan perjalanan. 
Amin. 

doa

Rumah Sakit

00:38:00

Terkadang, kehidupan yang paradoks ini perlu diamati dari tempat yang banal. Kali ini di pandangku, ia berwujud tawa muram yang dipaksakan di bangku kayu panjang yang ada di ruang tunggu. Atau kikik geli, karena suara kentut merepet di lorong sal. Ia juga berupa senyum masam perawat yang sudah jenuh dengan pekerjaannya. Ia juga hadir dalam degup-degup kencang para penunggu di luar ruang operasi.

Ada mata-mata yang celik, memaksa diri untuk mengatup,  meski pikiran masih terpicing karena satu soal: esok akankah ada atau tiada?

Di koridor rumah sakit ini aku merepih sepi. 
Ada air mata yang harus ditahan, karena ia tak pantas untuk dibandingkan dengan perih yang tertanggung.

Ibu, cepatlah sembuh.

doa

Procrastinating Me

12:49:00


Time flies in a lightning speed. I can't believe that its already the end of two-third of the month. Aww, ottokee..
Many things happened, and will be happened. Yesterday, B2ST had a concert at Jakarta, and I couldn't go because I haven't had a right for having my extra off. Huhuhu, so sad.

Next week, my twin, She,  will be married. It's a big leap after her love life adventure. =D Then I'll catch her up in next 4 months. Aw aw aw..

Marriage. A big thing that took a big responsibility in it. Am I ready, or not? It's a common question in bride or groom to be. People say I'm still a child, too young for facing a marriage. A commitment which needs maturity and wisdom in it. Am I weary into this question? 
Yes I am. 
People still questioned me many times. They are questioning, but rarely told me, how to answer. Even giving a little clue. 
I know, this is my life. Probably, for this question, I should answer it by myself. But could those people remains silent, instead of spreading threats?
At the same time, I felt so brokenhearted knowing my best friend got divorced. I feel stupid and useless because I could not being a good friend: advising things, or being there when he tore down. I'm shocked and spent my time for a word: why.
This phase draining my energy, that's why I choose for doing nothing in several weeks. Being the most procrastinating human ever. No post, no sales, no community activities. I just stayed at my room, watching series and thinking. I opened my memory, collecting event in present, designing things for the future. I thought this is the only way to keep my sanity further. I don't know how to stop this, until a big argue woke me up.
This way of life as an ascetic has its period.  
I have to put my thought into action, in reality.  
Life might be hard, but it can be passed with sincerity. In silence and solitude, I could feel how God is here, lead me into an enlightening end.
I know, this is a stage of life. Just as another stage that I passed before, I'm sure of passing it in a good mark. "Tuhan itu sesuai sangkaan hambaNya", as I always said and put my faith in it. Then I know now, 
God besides me, what else?

doa

Doa Pecinta

23:12:00

ditulis oleh A. Mustofa Bisri
(via akun twitter beliau, @gusmusgusmu)

DOA PECINTA 
ya Allah ya Tuhanku yg Maha Pengasih ya Allah ya Tuhanku yg Maha Penyayang 
kiranya tak ada permintaan yg lebih besar dariku ~
dan tak ada anugerah sebesar apa pun dariMu~ dapat mengurangi kebesaranMu
: ya Tuhan, aku memohon cinta dan kasih sayang!

segala anugerah duniawi yang mungkin akan Engkau berikan kepadaku, 
limpahkanlah saja kepada mereka yang marah karena urusan duniawi
agar mereka tak lagi menebarkan kebencian 
segala anugerah ukhrawi yang mungkin akan Engkau berikan kepadaku limpahkanlah saja kepada mereka yang sabar menapak jalan ukhrawi 
karena selama hidup mereka menebarkan kasih sayang
bagiku kiranya tak ada yang lebih besar ~ 
tak ada anugerah sebesar apa pun dariMu dapat mengurangi kebesaranMu ~

ya Tuhan yang Maha Menganugerahi tak ada yang lebih besar dari anugerahMu 
anugerahMu melimpah kepada siapa saja yang Engkau kehendaki
anugerahMu tak melihat siapa yang Engkau anugerahi karena sebesar apa pun anugerahMu tak mengurangi sedikit pun kebesaranMu

aku tak pantas tapi tetap memohon: ya Tuhan, anugerahilah aku cinta dan kasih sayangMu
bagiku, ya Tuhan, cukuplah cinta dan kasih sayangMu
ya Tuhan Engkau kabulkan karena kemurahanMu atau Engkau tolak permohonanku karena ketidakpantasan ~ semoga Engkau kabulkan ~
aku tetap bersimpuh di depan pintuMu. 
Kemana lagi? 
Amin. 

doa

Bismillah: Let's Being Istiqomah & Consistent

08:03:00

I pray to God, as His name, I seek refuge of ignorance, imbecility, and thinking fallacy. 
#morningprayer

PS: just seen of sheer stupidity and will not let myself fall on the same hole. I believe, He won't. Amien.

doa

Marhaban ya Ramadhan...

05:04:00

Alhamdulillah, I could meet the holy month this year. 
Many things changed than last year. I hope everything will be better. 
I'll try harder to be punctual and do as much ibada (worship) as I could do.
As the beginning, let's quoting one verse of my Qur'an reading. It's still on the first juz, talked about Bani Israil.
 "Thenceforth were your hearts hardened: They became like a rock and even worse in hardness. For among rocks there are some from which rivers gush forth; others there are which when split asunder send forth water; and others which sink for fear of God. And God is not unmindful of what ye do."
(Al Baqarah: 74)

Na'udzubillah min dzalik. Hope the light upon me and every people I loved and the softness of heart, clear mind for receiving the enlightment. Amen. 
Anyway, happy fasting all! 
skirt worn as dress -- pardon for the cut foot =D

doa

It's June.

10:47:00

Instead of my birth-month, I always think June as my brightest month. 
There's always some achievement in my every June. 
And I want one for now.
Universe, be good to me.
Uhm, no. 
Be BEST at me.

doa

Vous avez poser des questions?

12:13:00

"Do you want to ask some question?"

That's a line of my French teacher, after she did explain the lesson. Regularly. 
Question is simple thing, common and will always exist in our daily life. I believe every question had its own answer. Even the silence, were an answer too. Or the tears, when the answer's unbearable to be shouted. And at this point, I feel terrible, because I can't find the answer of my mom's simple question. It's a seriously simple question: 
"What will you do with your Master certificate, if you graduated, in Surabaya?" 
At the time, I froze in some seconds, and answer it as what comes from my mouth, not my brain, nor my heart. And I know, that's not the true answer. 

I know, I could answer "being a consultant, worked with the company or client, etc, etc" but inside my heart I want to be an entrepreneur, starting my own business, grow it day by day. I want to have my own company. But then the next question popped up: 
"To start business, you don't have to learn Master right? Why don't you start it now? Why bother finding scholarship? You've already have the gut, the plan, why don't you do it?"

A reason that answers: Because my Bopo WANT me to. He compared my education with my sisters. He reminded me about my goal at the beginning, why I took acceleration class, why I sprint on my college: to get highest education that I could reach in a shortest time. It becomes hurting me much more when he asked: 
"Are you giving up? Don't you wanna try a little harder, for yourself, for your goal, for ME?"

Since 7 years ago, when I decided to study in Surabaya, I've already had a hard discussion with my parents. Since then, I don't wanna argue too much again, I don't wanna hurt their feelings. I'm their youngest child, I'm the child with the shortest time to run with them. I just want to make they happy. For God sake, they are getting older by the time, and it is a sin for me if I being an egoist and just think about myself, at all. But sacrificing (again), it also hurt me. 

Is it a mistake if we found a new goal in our life? 
Is it wrong to turn your path in a middle of journey?

All of the questions haunted me till now. My long silent night before I slept run out to think the answer, the decision. I became an insomniac. My body exhausted. 

I hate complainer, but this post really grumbling. I'm sorry. I can't handle it.
I am perfectionist. I want everything's perfect, at least in my standard. I want everyone's happy, even I know it's impossible. I think it's a curse for me, asking a perfect in this imperfect world. 

Dieu, pardonnez-moivotre péché paysanne
I have to finished the questions.
I have to do it all alone.
I want everyone's happy: my parents, my husband-to-be, my family.
And the last, I want to be happy too.
Guide me into the lights
Show the right straight path
I'm the helpless, I surrender on Thou
I'm the careless, all power on Thou
Lend me the bravery, to choose
Give me the armory, to loose
On Thou I lean, I ask the keen
Amen. 

doa

Bismillah.

00:59:00

Dieu,
aku tidak berhasil menemukan kutipan seorang pun untuk do'a spesial kali ini.
tidak GM, tidak Pram, tidak Neruda, atau yang murtad sekalian, Hitler misalnya.
aku juga sudah berusaha merangkai kata.
yang indah, yang berbunga-bunga, berbuih-buih, bersayap-sayap.
tak selarik pun aku rasa tepat untuk dipintakan padaMu.

aku menyerah saja. 
kutulis berbaris-baris, tanpa perduli liris dan berapa garis.

Dieu,
hari ini penting untuk kami.
penting.
lutut kami mungkin akan tremor, suara kami mungkin bergetar.
tapi biarkan itu semua menambah keyakinan assessor kami, bahwa kami sungguh-sungguh.

kupinta kelancaran berpikir, kecerdasan bertutur, kesantunan bersikap saja yang muncul dari kami.
hingga sang penilai membubuhkan tanda centang itu.

Dieu,
ini doa spesial loh.
pake ditulis, lewat blog lagi.
I know You love me so well.
And I love You at the greatest.

=*

mille mille bisous,
Ta seul Vonka