lesson

Januari: Tetap Tegak Berdiri

01:51:00

You have brains in your head.
You have feet in your shoes.
You can steer yourself any direction you choose.
You're on your own, and you know what you know.
And you are the one who'll decide where you'll go.
Oh the places you'll go.

-Dr Seuss

Bulan Januari ini barusan kelar, tapi the rollercoaster I've had sudah menunjukkan alur cerita luar biasa dalam waktu sesingkat satu kali rotasi bulan. Di awal bulan yang juga pergantian tahun, saia pergi ke Malang, ke tempat kakak. Otak saia panas karena mengerjakan skripsi. Sebagai imbalannya, saia bersenang-senang deh di Malang. Thanks to mbak At yang sudah menanggung saia disana (in literally, ehehehe).

Life goes on, saia pun UAS, ujian magang & ujian skripsi di tanggal 12. Harusnya, jika sesuai rencana, saia pun lulus di semester ini dan dapat yudisium di maret-april. Tak disangka, tim penilai memilih untuk saia ujian tunda. Dengan kompaknya, ketiga penilai skripsi saia menginginkan saia lebih mendalami apa yang saia teliti. Pfiuuuuuh. Jika hanya satu, mungkin saia akan mendebat argumen tersebut. Tapi dari kesalahan-kesalahan dan kekurangan yang ditunjukkan oleh ketiganya, I'm sure: the mistakes are mine.

As a perfectionist one, mengetahui kesalahan dalam diri adalah siksaan. Saia bergerak, berlari-lari mencari apa saja yang kurang, dan semakin lama saia semakin yakin bahwa waktu yang saia miliki tidak mencukupi. My time is running out, and it's barely impossible to move. Parents & family seemed too disappointed. All of it mix in my mind. Sholat dan berdo'a ga karu-karuan tapi pertanda yg aku tangkap semuanya menunjukkan untuk mengambil perpanjangan waktu (kayak maen bola aja. hm).

Ketika nalar, intuisi, kritik, masukan sudah dipertimbangkan dengan baik-baik tapi tidak ketemu jawabannya, saia berpaling kepada sahabat karib saia ketika kecil: matematika. Saia akhirnya menghitung berapa peluang nilai saia berbanding dengan IPK. Sejumlah deretan angka pun saia hasilkan. Saia susun sedemikian rupa hingga jadi data statistik yg langsung menunjukkan kepastian. Saia mengulang skripsi.

Sepertinya ini sederhana bagi saia, tapi tolong, semua tidak sesederhana kelihatannya. Jangan tanya berapa helai rambut yang rontok (karena mikir), berapa kali saia terbangun di malam hari, berapa ratus tetes air mata yang jatuh dan segala hal yang mengiringi keputusan ini.

But, after cry a river, I build the bridge and now I cross over it.

Saia menghadap ketua tim penilai saia dan beliau sangat kooperatif dalam membantu saia menyelesaikan masalah ini. Saia sudah pasrahkan semua kepada Tuhanku tersayang, karena ikhtiar yang tertempuh telah maksimal. Setelah bertemu dengan ketua tim penilai, saia keluar dari kantor Departemen dengan langkah yang ringan. Ringan sekali, hingga pikiran saia di awang-awang. Teringat oleh rencana yang telah dibentangkan sesaat lalu, sekarang terhapus begitu saja. Tak ada lagi Jakarta di 2010, tak ada lagi pekerjaan. Lalu apa yang saia lakukan? Keputusan telah dibuat dan tak ada jalan putar. No way back, no way back.

Saia turun tangga, melewati ruangan Mini Theatre. Ada beberapa orang berkumpul, menawari saia untuk bergabung di acara pemutaran film dokumenter "Pita Buta". Saia berlalu sejenak, tapi kemudian menyadari alas kaki dosen saia yang ada di depan Mini Theatre. Mas Satrya. Ah, saia ingin mengabarkan bahwa saia menuruti nasihatnya untuk mengulang. Maka saia pun masuk dan berbincang. Tak diduga, ia mengingatkan kembali tawaran untuk bekerja part-time di tempat kerjanya. Wink! Oh iya, ia pernah menawari saia sebelumnya. Better salary loh Vin, katanya. Wink Wink! Mendadak dendrit-neuron-sinapsis di otak saia aktif dalam hitungan detik. Part time, jual kaos, skripsi, usaha ini itu bermunculan, berdesakan tak mau antri. Semangat pun tumbuh kembali. Semua memang tak mungkin usai di sini, dan tak mungkin sesederhana ini. Kalian ingat kan, saia telah berjanji: musim ke-16 ini pasti seru, super-heboh. Dan saia selalu (berusaha dengan sangat keras) menepati janji.

Senin kemarin, saia sudah bertemu dengan rekan-rekan kerja, mengatur jadwal kerja & beberapa hal awal. Minggu depan, saia akan mulai bekerja. Hmm, I smell full-excitement inside my mind. I'm so curious and can't help myself to gallop into next week. Ehehe.

Di sela-sela itu saia mulai mengurusi persiapan pemesanan kaos, membantu Mom mengerjakan portofolio untuk sertifikasi-nya, membenahi satu-persatu hal-hal yang terbengkalai karena pengerjaan skripsi kemaren (setrikaan, kacamata, puasa). Dan tentu tak lupa: my love life. Ahahay!

Dua bulan terakhir, yang intens menghubungi saia adalah 2 orang dengan bipolar attitude. Yang satu adalah akhi yang semangat dakwahnya luar biasa, sampai-sampai saia merasa tak mampu mengimbanginya. Akhi ini, saia sengaja menghindar, karena sadar betul akan kapasitas dan kondisi akal-ruh-jasad saia. Saia sering berlainan pandang pada hal-hal yg esensi. Pernah akhi ini menyebut saia sebagai (cenderung ingin menjadi) deviant, orang yg paling berbeda. Saia tertawa. Lha wong bahasannya tentang ayah: saia hanya punya Bopo, yang tidak pendiam, tidak segan mencium putrinya, tidak segan mengatakan hal yang salah, siap memaparkan beribu-ribu alasan & faktor sesuatu terjadi, menyapa & berbincang dengan teman pria yg bertandang. Bopo saia memang seperti itu, tidak seperti ayah mainstream lainnya. Lha masak salah saia untuk bicara jujur. Bohong kan dosa.

Pria yang satu lagi adalah pemilik suara merdu, pelantun nada mayor yang selalu bersemangat ketika bercerita pada saia. Pria ini sangat yakin atas perasaannya terhadap saia, padahal kami tak pernah berjumpa sebelumnya. Pernah sih, tapi dalam posisi ia idola dan saia fansnya. 2 tahun yang lalu, saia hampir menitikkan air mata mendengarkan ia menyanyi "Rindu Lukisan" diiringi petikan gitarnya. Lagu ini kesukaan ibu saia, selalu dinyanyikan di kala senggang. Hadddooooh, suaranya melelehkan kenangan yang tersimpan rapi di bilik-bilik hati. Semenjak itu, saia selalu berusaha datang di tiap acara dimana ia mendendangkan lagu-lagu ceria dan bergoyang, dansa-dansi.

Lalu apa? mengapa tidak dengan yang ini? Saia tidak bisa lagi tergesa, tidak mampu untuk terburu-buru ataupun diburu. Dengan beban kewajiban yang masih harus ditempuh, masih lama jarak waktu hingga saia bisa dimiliki seseorang. Dan jiwa ini terlalu resah jika harus disemati titel: pacar orang. Takutnya, saia yang tidak bisa menahan diri. Bukan, bukan mereka yang salah. Bukan akhi itu atau pria ini.

Alhamdulillah, pria bersuara merdu yang juga pandai meniup saxophone ini telah menjalin janji dengan wanita beruntung itu. Semoga langgeng & langsung ke pelaminan! Amin. Alhamdulillah (lagi) untuk sebutan darinya untuk saia. "Sorang kawan".
=) 


fave

India oh Indiaa! *jogetjoget

22:01:00


I love India's movie so much. Yes, it's true.
Kalo kalian ngiranya aku suka semenjak heboh-heboh Slumdog Millionaire, atau yg sedikit lebih awal: Kuch-Kuch Hota Hai, puh-leaseeee, big no-no. Saia suka sejak Madhubala, Mother India. *pada ga kenal kan?? ehehe.

Untuk me-refresh, kayaknya kalian sebenernya pada tau kok, cuman ga notice aja. ini foto bintang2nya.

 
Madhubala

  Mithun Chakraborty  
Anil Kapoor
 
Amitab Bhachan

Itu beberapa aktor & aktris yang berhasil membuat saia suka banget sama film India. Gelombang selanjutnya adalah ketika Kuch Kuch Hota Hai booming. Dilanjut Mohabbatein, Kahona Pyaar Hai, Kabhi Kushi Kabhi Gham.

         
 
  
  
Hm. Jadi ketika orang-orang pada heboh sama Slumdog Millionaire yang standard banget untuk ukuran film India, saia mah biasa2 aja. It's just so typical as India's mainstream movie. Orang2 belom pada nonton yg a-way-off mainstream kayak Chandni Bar, Saawariya, Ghajni. Coba uda nonton, apa gak teriak2 tuh (saking bagusnya). 

Satu hal, India always have the best drama, apalagi drama romantis. Pfiuhhhh. Tonton Dostana deh. Jangan tertipu poster ato cover yang agak "mengundang". Pokoknya Sip! =)

Kemaren, saia nonton Laaga Chunari Mein Daag (susah amir ye judulnya), yang maen Rani Mukherjee, Jaya Bachan, Abhisek Bachan. Lirik2 lagunya fellas, keren abisssss! Salah satu yang paling aku suka ya ini...




Liriknya, it's so me....!
(yang warna kunyit, itu yg cewek. yang warna turqoise, itu yg cowok)

This daft boy, half crazed
has set my heart ablaze!
An occasional stammer,
sings with such candor,
such a lying enchanter,
cast his net on me, silly gander!

A wizard walked away with my senses,
stupefied, I dropped my fences...

Chatty, naughty and full of beans
She'll drive u nuts, she's got the means
A little giddy,
A tad silly,
A prancing philly,
Cast her charms on me, this fiery chilli!

Spicy, snappy & so aggravating
She hit me like a bolt of lightning!

Kalo ada yang pengen Indonesia-nya, ini:
Anak bodoh & setengah gila ini,
telah membuat hatiku membara
yang kadang-kadang latah,
menyanyi dengan apa adanya,
pemikat yang penuh dusta,
menebar jaring pemikatnya padaku,
pelirik bodoh!

Seorang penyihir pergi membawa semua akal sehatku,
terpana, kujatuhkan pembatasku.

ceplas-ceplos, nakal & banyak akal
Ia membuatmu gila, ia memiliki kualitas untuk itu.
agak serampangan,
agak konyol,
sosok yang angkuh,
menebarkan pesonanya padaku, cabe rawit yg membara ini!

pedas, lugas dan sangat menyebalkan
Ia menghantamku bagai sambaran petir!

Hmm. Pas nonton ini, pas ada temen smsan, penyair pula. Matekkkk. Film Indiaaa, aku suka!

P.S.: Nonton film India (drama romantis) ketika masa subur adalah suatu hal yang SALAAAH. *jadi kangen muka-muka cinta+malu2 waktu dapet sms! Ehehe. =P 

life

I'm on My Period.

20:34:00

Rasulullah SAW pernah bersabda : 
“Orang kuat sejati bukanlah orang yang dapat mengalahkan musuh-musuhnya. 
Orang kuat sejati adalah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika marah”. 
(H.R Ahmad).

Bila mendengar yg buruk ttg dirimu, jgn marah!
Renungkan!
jika benar, itu sanksi yg dpercepat.
jika salah, itu ganjaran yg Anda peroleh tanpa usaha.
(Quraish Shihab by Twitterland)


Mood beberapa hari ini ajrut-ajrutan. 
Naik turun g karuan. 
Ternyata bener, I'm on my period. 
Di hari pertama saya (& orangtua) membuat keputusan yg lumayan spektakuler, menyangkut masa depan pula. 
Semoga barokah. Amin.

Setelah itu mood turun lagi. 
Pengen nonton Mr. & Mrs. Smith atau Tropic Thunder. 
Mendadak pengen marah & hati sakiiiiit banget. 
Mengapa selalu begini, saat kita Menstruasi?
='(


life

Pak Guru

23:09:00

Minggu kemaren ada yang protes, atas kata2 pakGuru yang sering saia pakai.
Mereka kira, PakGuru ini si "itu tuhhh", cerita lama yang di blog itu tuhhh. Hehehe.
Maaph de, maaph sodara-sodara. Saia belom pernah cerita yak?
PakGuru saia itu gak cuman satu orang.
Mereka orang yang emang ngajarin saia, jadi saia sebut PakGuru deh.
Daripada ada salah paham, misunderstanding, dst, dsb, etc, saia ceritain beberapa deh. =)

#1 PakGuru Gambar
Ini Bapak Rislam Takwir, guru gambar saia. Dia panggil saia anak murid *because I'm over-consistence calling him PakGuru =D. Udah lama gak gambarrr! 
Baru sampe ellipse kemaren, huh!


#2 PakGuru Dongeng
Ini Bapak Mohammad Redo Nomadore *a very nice name from the first I've heard it! 
Dia ini yang paling jago bikin dongeng + ndongeng malem2 *+filsafat juga. 
Saia belajar banyak darinya. Semut-semut, aku.... =D


#3 PakGuruLemonCalonKakakIparGaJadi
Ini Ardhy Wisnu Nugroho. Ini guru komputerku waktu skulah dulu loh. 
Dia pegang kelas aksel lammmma deh, sebelum pak "rahasia". 
Alhamdulillah, saia terus keep contact sama PakArdhy. 
One day, I really think it over and over, I really want him as my brother. I put the gamble and try to introduce him with my sister. Time goes on, they just didn't match. I'm frightened actually, I don't want to lose him as a friend. Thanks God, everything's going alright and our relationship is going better and better. 
Now, he's more as a brother than a teacher, but I still love to call him "PakGuru". I add "Lemon" as a differance and his habit: bittercrisp. =D
This March, he's going to marry "BuGuru"! Am really proud of you PakGuruuuuu.... (dan sayang tentunya. ehehehe) BigHug&Smoochies buat PakGuru & BuGuru.... =*



Well, itu beberapa PakGuru saia... Kalo yang kemaren, yang itu tuhhh, it's so last yearrrrrr....
I've closed the episode, closed the drama. It's over, okay.
I've done with it, why don't u?
Have u realized, u've giving a lot of unstoppable paranoid thingssss to ur baby..

Take care readers & watchers,
always loving all of u with my wholly heart (if u didn't across my line, of course =D)

mille bisous,

life

Hwaaaah!

12:43:00

Pengen ketawa, nangis, teriak di saat yang bersamaan.
Tapi hasilnya malah:
muka standart. 
Fierce.
-_-"



lesson

Nilai Tunda...

17:15:00

Iyes, saia dapat nilai tunda. 

14 hari dari sekarang saia ujian skripsi lagi. 
Perjuangan belum usai. 
It will be a very best ending, coz if it isn't best, it's not the ending. 



love

Mon Cheri...

11:35:00

Please,
tonton "Hari untuk Amanda" yah..
Be in my place for those 2 hours.
*jangan diungkit, biarpun sedikit, karena itu sakit.

smoochies,
Mbak EsKrim.



fave

Surat buat Pandji.

21:55:00


*dengan kondisi nangis sesenggukan, setelah baca e-book Pandji Pragiwaksono yang “Menghargai Gratisan”

Alhamdulillah, itu kata pertama yang saia ucapkan setelah menyelesaikan buku “Menghargai Gratisan”-nya Pandji. Alhamdulillah masih ada orang yang berpikir dan bertindak dengan menulis pemikirannya seperti dia. Bajakan, gratisan, karya & orisinalitas selama ini telah jadi persoalan yang ujung-ujungnya belum mampu saia uraikan satu-satu. Banyak pertanyaan yang prosesnya saia temukan di buku ini. Memang belum jawabannya, tapi tak apa, saia sudah menuju ke sana.

Berpuluh orang sering bertanya, kenapa saia bersikeras untuk menonton di bioskop, dan tidak membeli bajakan. Saia hanya menjawab, karena saia mau orang lain menghargai karya saia juga. Tentu saja, tanggapannya berupa tawa sinis yang sudah saya hafal. Tak apa. One day my fellas, one day, I’ll made you appreciate my work.

Saia bukan musisi seperti kamu Ndji, saya orang yang (kebetulan) punya teman-teman di lingkungan film indie di Surabaya. Saya sedih sekali melihat perkembangan film Surabaya yang semakin mundur. Saya tidak menyalahkan mereka, karena memang semua ini seperti kerja amal, kerja sosial. Ga ada balasannya, ga ada untungnya. Proyek bunuh diri malahan, karena modal pasti bakal abis. Untung-untung lah kalo menang festival, dapat uang makan.

Saya dasarnya marketer Ndji, sejak TK udah diajarin jualan sama Mak. Jadi yang saya kepikiran bertindak untuk komunitas saya ya jualan. Saya berpikir, kalo orang-orang indie ini bisa dijual (kayak istilah kamu personal branding), mereka ga usah khawatir lagi dengan biaya untuk berkarya. Tinggal fokus bikin karya sebaik-baiknya aja.

Beruntung, saya bertemu dengan kreator yang karya (dan orangnya) sangat ikonik. Si_ikin & tokoh Suro Boyo lewat animasi Grammar seriesnya. Ini link-nya Ndji, silakan dikunjungin (harus deh kayaknya, tanya Omesh, Tora ato tanya temen2 laen yg ngerti bahasa Jawa jg gakpapa. Some of them have it in 3gp version, at their cellphone. =D). Ada Grammar , Grammar eps 2: Beda Grammar, Grammar SuroBoyo 3: the Mantab Jaya movie, Grammar 3.5 featuring Vox. Isinya memang menggunakan bahasa daerah, tapi banyak yang bisa dimengerti kok, ada subtitle Inggrisnya juga.

Dengan tekat untuk terus berkarya, kami pun jualan kaos dengan gambar Suro Boyo. Kami mengambil niche market yang ada, penggemar Suro Boyo Grammar (yang notabene tahu lewat youtube.com, gratisan) yang tersebar di seluruh Indonesia. Penggemar-penggemar ini sudah mem-branding-kan diri mereka sendiri sebagai Jancokers Grammar. Dari mereka-mereka yang membeli kaos ini lah, kami punya cashflow untuk biaya membuat karya, pemutaran.

Kenapa buku kamu bisa bikin saya nangis Ndji? Karena menyuarakan banyak kesulitan yang kami alami juga. Ketika jualan, dicap sebagai kapitalis. Ketika kami me-launch animasi kami di kantong-kantong budaya, dicap pelit karena tidak meng-upload di youtube. Oh my goodness, mereka itu dapetnya gratisan! Udah gratis, ga bersyukur! Emangnya bikin animasi kayak bernafas, gampang gitu? *Cuma bisa geleng-geleng kepala* Seniman di Indonesia tuh masih double-standard, hidup di 2 dunia. Selain berkarya, mereka masih harus kerja yang lain biar bisa tetep hidup.

Budaya gratisan ini 2 mata pisau, tergantung sisi mana yang akan kita manfaatkan. Terima kasih sudah menyuarakan kebisuan saya selama ini Ndji. Akan kupenuhi permintaanmu. Kusebarkan ilmuku, Gemini brothers.

*sekarang baru punya album Pandji yang ke2. I’ll save my money, and next month I’ll buy the first. Semoga masih kebagian, aku beli lewat twoko bisa kan?


Zillions lovely regards,
Gathotkaca Studio Marketing Manager
@vinkamaharani

lesson

2009: 9 Things to Remember...

21:09:00

Hmm. Tahun baru-an emang uda kemaren. But still, amazing. Mengingat betapa cepat tahun ini terlewat. Sedih? No. Apalagi saia barusan pulang dari Malang. hehehehehe.

Flashback 2009 bntar ahh. 9 hal yang teringat, patut diingat di tahun ini.

1. Januari sampai Juni awal, isinya DRAMA. Yes, a-whole-big DRAMA. Full of laughs, tears, thoughts, poems, kisses, hugs. Season 14. But it's overrrrrr. Selesai. Tamattttt. Saia ga lupa, dan ga bakal lupa deh kayaknya. Deritanya orang melankolis kan gini, terlalu detail. Sekarang sih kalo inget cuman geleng-geleng kepala sambil bilang, "Love Affair, Love Affair. Ada-ada aja".

2. Juni pertengahan. It was my b'day. Ucapan terima kasih atas 2 dasawarsa ini ada di Note FB. Nih. Dan terima kasih Dieu, saia dapat kado terindah. Big Gift. U know what? A Short Love Story... Hahaha. Kind of cute loh, meskipun belum happy ending. Hehe. Iya, belum. Kayaknya bakal ada sambungannya di season 16, waktu Vinkanya ke Jakarta. Hwkwkwkwk. *mancing-mancing =D* Ceritanya kayak di pilem-pilem. =P Cerita ini udah ada di postingan Magnificent Seven. Monggo dibaca lagi kalo lupa.. Setiap inget cerita ini mesti blushing. Huhuhu. Enaknya gimana nih Ndang? *loh!*

3. Magang. Meskipun singkat, tapi magang ini berkesan pekk. Kenal banyak orang baru. Terima kasih buat Bu Dora sebagai Supervisor, orang2 Event & Promotion, Shendy, Om Paul, Om Roy, Mbak Danty, Pak Sugeng, dan buanyak laennya. Jadi paham gimana kalo bikin event yg "gede" di sebuah mall. Jadi ngerti gimana ngadepin hecticnya demands. Whew. Superb!

Karaokean sebelum kerja keras Festival Lagu Opick. =)


4. Pemutaran GatStu+Galang dana buat Padang. Hmmm. Seneng abis kalo ini mah. Obsesi tercapai, bisa amal pula. Bertekad baja dengan realitas kenekatan yg ga karuan, akhirnya kami (saia & cak Ikin) berhasil bikin pemutarannn! Cerita lengkap bisa dibaca di sini.

5. Jadi ketua pemutaran film Identitas di kampus. Waw! Satu-satunya di Surabaya loh. Kalau diinget-inget, perjalanannya tidak mulus. Cerita lengkapnya ada di sini.  Tapiiiii, rasanya bangga banget, waktu kemaren FFI diumumkan dan Identitas menyabet Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik. Wiiiiih, really proud! ^^v
Jadi kangen ngobrol ma Om Aria, Yatski, Hafez. =)

6. Hape baruuuu! Hasil usaha sendiri loh. Pure, murni tanpa bantuan orangtua. Alhamdulillah, dari pertama kali punya hape jaman SMP dulu, saia selalu beli dari hasil keringat, banting otak sendiri. ProudProudProud!

7. Have a very-bold-attitude. Sikap & pendirian saia memang sudah bold sih dari dulu, cuman saia ngerasa 2009 ini benar-benar kerasa. A-very-bold-attitude yang saia maksud di sini ga cuman ketegasan yak. Ada easy to adapt, free to forgive, admitting my mistakes, uncompromising honesty. Tapi yang penting, semua dilakukan dengan sangat jelas (bold) & konsisten.

8. Berhasil melalui beberapa cobaan yang berat: Mom yg harus operasi angkat rahim, patah hati yang parah banget, sakit gastroentritis, dan beberapa hal laen. Alhamdulillah uda lewatttt!

9. Having a billion friends, readers, watchers yang amazing! Thanks for being the colors in my grey-temptation-world. Merci beaucoup fellas! Keep glowing in 2010. I promise, kayak permintaan PakGuruLemon, I'll make this season (the 16th) more incredible. Seru! Ada episode pindah setting soalnya. Hwehehehehehe. Jakarta oh Jakarta, can't wait to live u up!

Zillions lovely regards,
Vinka Maharani