Tuhan Imajiner Kesayanganku

17:44:00

Me: Life is such a roller-coaster. 
And I just choked to this seat-belt. 
Wanna off this ride for a while.
Time Out Dieu, Time Out!
 *watched the skies, act like a basketball couch

God: Listen to this Ma Cherie. =)


Me: =) Mwah. I always love U.
But I still need a "real" Time-Out. 
Pleasee...... 

God: =)
*tepuk-tepuk kepala Von

My Home is You..

09:29:00

Orang menyebutku sdg jatuh cinta
Ah, bukan. 
Ini hanya kmbali ke fitrah. 
Pulang ke rumah. 
Rumah yang selalu kutuju
Kamu. 
=*



film

Rann: Weker untuk India, atau Indonesia Juga?

22:15:00

Jikalau anda menyukai film India sejak munculnya Slumdog Millionaire, 3 Idiots, My Name is Khan (saja), maka anda adalah orang-orang yang merugi. Jika anda telah mengenal film India mulai dari Kuch-Kuch Hota Hai, Kabhi Kushi Kabhi Gham, Mann, Hum Dil De Chuke Sanam, Dhoom, Filhaal, Main Hoona maka anda orang yang hidup sewajarnya. Tetapi jika anda telah menonton Chandni Bar, Devdas, Sawaariya, Dostana, Om Shanti Om, Mother India, Nayak, Phir Bi Dil Hai Hindustani, Shakti maka anda termasuk orang-orang yang beruntung. =P
                                                           
Untuk yang baru melihat 3 judul pertama, jangan tersinggung dengan pernyataan saya di atas. Saya hanya menyayangkan jika anda hanya melihat 3 film itu saja dan menganggapnya luar biasa. Mereka hanya cerminan industri film India secara parsial. Mereka hanya pucuk-pucuk gunung es saja, karena karya yang lebih luar biasa banyak sekali jumlahnya.

Di sini saya tidak ingin berkomentar lebih jauh tentang film India, tetapi ingin merujuk 1 judul film yang baru saja saya tonton yaitu Rann. Film ini sangat menarik untuk teman-teman yang memelajari ilmu Komunikasi khususnya, karena bercerita tentang media (televisi). Tetapi untuk pemerhati politik, media & kawan-kawan yang mengaku humanis, pasti akan tertarik juga.

Film yang dirilis pada 29 Januari 2010 ini menceritakan tentang persaingan keras stasiun televisi berita (news channel) menghadapi gempuran rating stasiun televisi lain yang cenderung hanya menghibur saja. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh satu pihak politik yang ingin mengkudeta pemerintahan saat itu. Konspirasi pun dibikin, persaingan meruncing, pembohongan publik besar-besaran dilakukan. Lalu bagaimana kebenaran dapat dipercaya lagi? Adakah ruang untuk kejujuran itu? Tak ada yang peduli. Semua orang terikat kepentingan masing-masing, lari ke berbagai arah untuk cari selamat & keuntungan.

Film ini menggunakan cukup banyak tokoh (untuk menggambarkan kerumitan polemiknya) tetapi sangat fokus dalam penggambaran karakternya. Wajah yang anda kenali mungkin hanya Amitabh Bachan, atau Paresh Rawal sebagai antagonis, tetapi aktor & aktris yang lain cukup mumpuni memerankan karakter masing-masing. Uniknya, pengemasan film ini layaknya film thriller & horror. Suasana film dibangun dengan kelam, warna yang digunakan pun berkisar pada hitam, abu-abu dan biru. Musik latar pun tidak beda seperti saat kita menonton Orphan yang mencekam. Tempo film dijaga sangat pelan dengan beberapa titik aksentuasi untuk menunjukkan bahwa apa yang diceritakan ini adalah persoalan yang rumit, besar dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang.

Posisi media sebagai salah satu pilar demokrasi, rasa-rasanya takkan habis diceritakan dalam satu-dua film saja. Di layar lebar India misalnya, paling tidak ada Nayak dan Phir Bhi Dil Hai Hindustani yang menyoroti produksi pertelevisian. Keduanya menyoroti peran penting reporter/jurnalis (dalam Nayak, tokoh utama adalah camera-person) dalam memroduksi berita. Di Indonesia, sitkom Kejar Tayang (Trans TV) turut mengupas hal-hal di balik pertelevisian, dengan cara komedi tentunya. Mungkin yang sejenis adalah serial televisi Dunia tanpa Koma (RCTI, 2006), tetapi dari institusi surat kabar. Rann sendiri lebih kompleks. Ia ingin menceritakan secara holistik tali-temali serta tumpang tindih yang ada dalam dunia pertelevisian.

Menonton & membaca Rann seperti layaknya bercermin bagi saya. India & Indonesia serasa sama saja. Apa-apa yang dihadapi tak jauh beda. Korupsi, politik yang kotor, terorisme, pertikaian beralasan agama, media yang tidak jujur. Kepemilikan media di jaman ini, memiliki kekuatan yang sulit diingkari. Setiap rumah punya televisi, setiap orang (paling tidak) pernah menonton televisi. Dan lebih ironisnya, pemilik-pemilik media di Indonesia malah jelas-jelas memiliki afiliasi politik masing-masing. Doh! *tepok kepala*

Media has their big power impact. Meminjam Lord Acton's dictum,  "Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely", fellas.

O Indonesia, pintar & bijaksanalah!


I Always Love.... Backseat.

23:03:00

Yea, I love backseat.
Why?
At the class, I could observe people better. Watching their expression, seeing them picking their nose, yawning, concentrating, and what-so-ever. 
Another backseat which I love is at the motorcycle, 
I could take pictures, observe the traffic, and watch my favorite object: lamps

These are various picture which I took yesterday.
look at the skies, dark!

some people say that this is a cinema long time ago. I wondering how it does look. 
(instead of the name is my ex name. =P)

This is the billboard of Marketing Festival that I really want to attend. 
But I don't know how my finance condition. *sigh*
You could open the poster of it here.

The billboard of Igor's Pastry above had a catchy tagline: "Healthy was Never This Tasty..."
*sorry for the blurriness anyway* 
And U could see the same Marketing Festival billboard in landscape shape there.

I love backseat.
=)

P.S: another added point in motorcycle is u could hug ur lovely one and feel his/er heartbeat from the back.
It's make my love to backseat doubled. =D

lesson

Emotional Fluctuation: The Process of Learning

22:37:00

My life is going undocumented well lately. My rare blog-posting is the main indication. *sigh
Blog's helping me for realize my own story, learn from it, gratitude, conclude the pattern, et cetera, et cetera. Actually, life was going fluctuate. 
Up and down and round again, down and up and round again (Pink -- Crystal Ball).
I was working with my thesis, my job, my project.
Obstacle in the past just revealed, and slowly, I can compile the pieces of the puzzle.
Now I arrange it, and I learn the pattern. 
C'est la vie.
Such an economic fluctuation, I try to keep my life in status quo, against the inflation & deflation. 
What remain is, I still stood here, I ain't that easy to be broken
=)

Enough for these serious thingies, let's cheer up with the photos! =D

My Job
*hidup ngasong! 
(loh. ehehe. Pengaruh film "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)" nih)

People I work with. 
All of 'em is chatterbox, but witty indeed. =)

My Life
 Favorit place for now, with favorit Hot Chocolate to sip, 
Dapur Cokelat

My Project
The Photo Competition that I've held. 
Ooh, I can't wait tomorrow morning, we'll know the winner!

Gulung-Gulung!

17:26:00

Yes, it's kind of ridiculous post-title. But I want to do it right now, because I'm bloody happy!
=D

There are several things that made me so happy yet curious and eager and bla and bla and bla.. Hooo..
I won't reveal all of it, because some of it will be happen tomorrow. 
So, the first is: 
My thesis theme were accepted by the head of lecturer. And at this theme, I'll work with my favorite blogger(s). The one has accept my offering is Benazio Rizky Putra or Benakribo (www.benablog.com).
Yippie yay! I want to do Gulung-Gulung.....! =D
sama Bena di HelloFest 2009 kemaren *look at his eye. uber-kewl! ^^v

Then, what next? Let's see tomorrow! 
mille bisous,
Vinka Maharani

Life Comma

13:27:00

My life is in a comma. I want people looks at my life as a whole. Don't blame one side or another. Don't put the blame to my work, to my dreams, to my family, to my social life, to my love life. -____-"

I still couldn't & won't understand, why do they ask me to stop working. As a fact, that was the last thing on earth which keep me moving & doesn't stuck at this comma. 

And thanks to God whose still give me sparks in my comma. God gives me friends, events & many things to keep me alive.

Sorry for this mellow post, but this photos will cheer us up! ^^v

Opening Win's Pancake house di G-Walk, Citraland

Chilli Cheese Me, yummy!

Satnite with Dudulz-Dudulz ini, @rikzArif & @rzky3amaldi (*kenalan ama Petet & Zaki jugaa)

Look at them both! Dudulz twin! *even the stripes shirt -_-"

Hurraah!

11:03:00

May the SMARTEST be blessed. Long live!
*gambar diambil di Gubeng Kertajaya 7i, Surabaya, ketika banjir melanda. 
Air setinggi betis. 
Kecoa-kecoa lain mengambang & hanya satu yang berhasil bertahan dengan naik di atas laci (part of it).
Be Smart, and you'll survive. 
=D

mille bisous,
Vinka Maharani



I miss my blog!!!!!

18:11:00

Uh ohhhh, I miss my daily-writing. I miss my blog. =(
But I'm so in love for being busy-bee again.
Thesis, daily class, my part-time work, T-shirt business and social thingies. 
Yes dear, I'll share the stories then. But now, I'm off. 

mille bisous,
Vinka Maharani