![]() |
| Sebelum perjalanan dimulai. |
But life must go on. Dibantu banyak oleh orang tua & keluarga, saya & Hayu akhirnya terbang pada 13 Juni. Apakah saya takut? Iya. Ini adalah penerbangan pertama saya ke luar negeri, dan bersama balita pula. Saya berkata pada diri sendiri, "Ini pasti akan berlalu" berulang-ulang. Penerbangan pertama adalah Surabaya ke Hongkong. Semuanya berjalan dengan baik. Hayu sangat senang karena hiburan dalam penerbangan Cathay Pacific cukup mumpuni. Satu penerbangan selesai, dua lagi.
![]() |
| Diantar Uti tersayang ke Juanda. |
![]() |
| Sampai jumpa, Surabaya. |
![]() |
| HKIA, transit berkepanjangan. |
Selama transit, Hayu menolak untuk tidur atau sekadar memejamkan mata. Saya khawatir ia akan tertidur tepat saat kami boarding dan dengan bawaan yang ada di tangan, tak mungkin menggendong anak 4 tahun ini. Sedih tapi perkiraan saya akurat. Satu jam sebelum boarding gate dibuka, ia tertidur lelap. Tapi memang hari itu adalah hari yang sangat panjang, telah ia mulai sejak pukul 4 pagi. Agar tidurnya sedikit lebih panjang, saya tak membangunkannya sampai antrean masuk pesawat mulai menipis. Kami adalah penumpang terakhir yang masuk. Saya berhasil membangunkan Hayu meski ketika berjalan sempoyongan layaknya dewa mabuk. Tak apalah, yang penting kami selamat sampai di tempat duduk pesawat.








