0
comments

Monday, 27 October 2014

Beliau yang Ngudud

Di suatu hari di 6 tahun yg lalu saya mendapat hadiah dari kuis di radio: tiket seminar setara 300 ribu rupiah. Mayan lah, kalau mahal gini biasanya goodie bagnya bagus. Anak kos macam saya cukup lemah pada barang gratisan. Tapi ternyata yg lebih bagus adalah pengalaman saya usai seminar. Dulu, saya sering sengaja tidak langsung pulang saat seminar, nyanggong pembicara. Bukan untuk foto, tapi berbincang & mengajukan beberapa pertanyaan. Kalau masih sempat foto yaa bonus lah. Haha.

Pembicara yg satu ini sedang asyik ngudud ketika saya mendekat. Ia sontak mematikan rokoknya ketika saya terbatuk kecil & menjelaskan bahwa saya punya asthma. Menarik. Tidak semua perokok se-baik hati ini. Toh, saya yg mendekat, bukan sebaliknya.

Hanya satu hal penting yg saya tanyakan pada beliau: bagaimana sih caranya menahan diri agar tidak serakah, karena manusia kan selalu tidak puas atas yg dimilikinya? Sambil tertawa beliau menjawab: lihat saja tubuhmu. Dalam sehari, kamu mampu makan berapa kali sih. Ambillah steak paling mahal, apa bisa sekali makan lebih dari dua piring? Bisa, tapi jadi sakit perut kan. Rokok, paling banyak 2-3 pak. Minum, anggaplah wine paling enak, sebotol bisa kamu habiskan sendiri tanpa pusing atau hangover? Kalau kamu paham tubuhmu, batasmu & kemampuanmu, kamu tidak akan serakah atau dikuasai nafsu. Kamu bisa tahu apa yg harus kamu lakukan untuk dirimu sendiri & orang lain sesuai kemampuanmu.

Beberapa hari ini, beliau - orang yang sama- sedang jadi buah bibir seantero negeri karena jadi menteri. Semua kagum, dengan banyak catatan: sayang sekali ia wanita, ngudud, bertato dan DO dari SMA.

Apa daya, saya terlanjur mengingatnya sebagai orang yg baik hati, yang pernah memberi saya nasihat yg lugas & mengena. Saya terlanjur percaya padanya karena pengalaman interpersonal, dan bukan ulasan media.

Selamat bekerja bu Susi, semoga Allah merahmati.

0
comments

Friday, 24 October 2014

Malam 1 Suro

Malam 1 Suro, saat kecil dulu berarti karnaval, jalan-jalan keliling desa sambil sholawatan, bawa obor yg bau minyak tanahnya susah hilang meski dicuci sabun berkali-kali. Berpindah ke Surabaya, blas, ga ada kesannya. Dua tahun lalu, di Yogya, malam 1 Suro bertepatan dg hari pertama kerja saya di Project Tobong. Saya melihat beberapa baris orang sedang laku bisu mengelilingi area Kraton.

Dari yg hingar bingar, atau yg sunyi, budaya memiliki cara tersendiri untuk memaknai & menyikapi momentum, bahkan yg terkait atau disuratkan oleh agama. Tak heran mengapa budaya selalu dikaitkan dengan arif, atau kearifan. Karena ia dapat menjadi pengingat yg luwes, lentur & mudah meresap. Itulah mengapa saya sedih jika ada yg membenturkan budaya & agama dg serta merta, mentah-mentah. Mungkin, sekali-kali "kacamata"nya perlu diganti.

0
comments

Tuesday, 7 October 2014

QoTD: Been There, Done That (and Got the Love of My Life)

You have to be content with a dream that’s close.
If you chase after one that’s far away, your heart will hurt and
your insides will burn. A futile passion only leaves heartache.
That’s why life’s stupidest thing is a one-sided love.

But the reason that stupid one-sided love is worth trying is…
that passion can sometimes make miracles happen…
sometimes go the long way around to help you fulfill a dream…
and even if it doesn’t allow you to realize that dream, it allows you to linger near it and find happiness.

~ Tae Woong oppa, Reply 1997.

0
comments

Thursday, 11 September 2014

[Resep] Bakpau Andalan

Tampilan bakpau (ulen tangan) sebelum dikukus

Beberapa minggu terakhir saya sedang rajin untuk membuat makanan selingan yang dapat disimpan (dibekukan/frozen). Maklum, bumil sedang suka ngemil. Yang paling sering adalah bakpau isi ayam pedas dan roti canai. Ketika saya post di media sosial, ternyata ada kawan yang penasaran dengan resepnya, maka saya buat post ini.

Resep ini sudah jadi andalan sejak saya mulai belajar memasak di awal perkawinan. Prosentase keberhasilan dijamin 100% selama mengikuti tips-tips dari mbak Endang, si empunya resep. Keterangan langkah demi langkah yang dicantumkan mbak Endang sangat membantu untuk para pemula seperti saya. Memang, setelah beberapa kali membuat resep ini ada beberapa hal yang saya dapatkan seperti bagaimana ragi bekerja, pengaruh pengulenan dan durasi dalam memeram adonan. Monggo, ini link aslinya dari blog mbak Endang. Langsung dipraktikkan ya! =)

Bakpau isi Ayam Pedas 
Resep dari blog Justtryandtaste.com

Untuk 10 buah roti kukus yang besar 

Bahan  dan bumbu isi:
- 250 gram dada ayam atau daging ayam, potong kecil, tipis panjang
- 1 butir bawang bombay, belah dua, iris tipis
- 1 sendok teh minyak wijen
- 1 sendok teh saus tiram
- 1 sendok makan kecap manis
- 1 sendok makan kecap asin
- 5 sendok makan saus sambal botolan
- 4 sendok makan saus tomat botolan (saya kadang menggunakan pure tomat kalengan)
- 1 sendok makan cabai rawit dihaluskan (jika kurang pedas)
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk (optional)
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan roti:
Bahan starter/biang (A):
- 100 ml air hangat
- 2 1/2 sendok teh ragi instant, pastikan fresh dan cek tanggal kedaluarsa (saya menggunakan Fermipan)
- 130 gram tepung Hongkong atau tepung pau (saya menggunakan tepung terigu protein tinggi, e.g. Cakra Kembar)

Bahan untuk adonan roti (B):
- 370 gram tepung Hongkong atau tepung pau (saya pakai tepung terigu protein tinggi)
- 125 gram gula pasir
- 2 1/4 sendok teh baking powder, pastikan masih fresh
- 5 sendok teh margarine/mentega putih, bisa menggunakan margarine biasa hanya saja adonan pau anda akan berwarna sedikit kekuningan.
- 1/4 sendok teh garam
- 100 - 115 ml air (ketika menggunakan mixer untuk menguleni, saya pakai 150ml air)

Cara membuat:
Membuat isi roti kukus
Siapkan wajan, panaskan minyak. Masukkan potongan daging ayam, minyak wijen, saus tiram, kecap manis, kecap asin, aduk rata. Masak hingga daging ayam berwarna pucat dan empuk. Masukkan bawang bombay, merica, kaldu bubuk, aduk rata. Masak hingga bawang layu. Tambahkan saus tomat dan saus sambal, aduk rata dan masak hingga semua bahan matang dan ayam agak sedikit mengering. Cicipi rasanya, jika kuranga sin tambahkan sedikit garam. Angkat dan dinginkan. 

Membuat adonan roti
Starter/biang (A)
1. Siapkan mangkuk ukuran sedang, masukkan air hangat kuku dan ragi instant, aduk rata hingga ragi larut. Pastikan air jangan terlalu panas dengan mencelupkan ujung jari anda, jika air terlalu panas ragi akan mati. Masukkan tepung terigu, aduk rata & uleni sebentar. Tutup dengan kain dan biarkan selama 15 menit.  (hasil terbaik saya ketika dibiarkan 20-25 menit)

menguleni adonan dengan mixer gigi spiral
2. Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung terigu yang telah diayak, tambahkan gula pasir, baking powder dan garam. Aduk rata. Masukkan adonan A (starter/biang saat ini terlihat mengembang dan ketika di buka adonan terlihat berongga-rongga). Tambahkan mentega putih dan air. Aduk dan uleni hingga semua bahan tercampur baik. Tambahkan air sedikit jika adonan terasa terlalu kering dan tercerai berai.

Adonan setelah didiamkan 2 jam. 
3. Uleni adonan hingga kalis dan tidak menempel di tangan. Uleni selama 20 menit. Adonan yang terbentuk halus dan lentur. Bentuk menjadi bola. Olesi permukaan mangkuk bekas adonan dengan sedikit minyak, letakkan bola adonan di mangkuk, tutup dengan kain dan istirahatkan selama 1 - 1 1/2 jam. Adonan akan mengembang lebih dari 2 kali lipat. (Hasil terbaik saya ketika dibiarkan 1.5 jam - 2 jam)


4. Kempiskan adonan, uleni sebentar untuk menghilangkan gas yang terperangkap di dalam adonan. Bagi adonan menjadi 10 bagian (berat @ 100 gram). Atau menjadi 20 bagian dengan berat masing-masing 50 gram. Bulatkan masing-masing potongan. 

5. Ambil sepotong adonan, tipiskan hingga ketebalan 1.5cm (boleh dengan penggilas kayu atau tangan saja). Jangan terlalu tipis karena nanti isian akan mudah merembes. Berikan 1 1/2 - 2 sendok makan adonan isi (porsi takaran tergantung besar kecilnya roti yang akan anda buat). Tarik bagian pinggir adonan ke tengah dan gabungkan hingga semua bagian tepi adonan berkumpul di tengah dan menutupi adonan isi. Tekan ujung adonan dengan jari agar rapat dan tidak terbuka saat dikukus. Posisi roti saat dikukus bisa dua cara: roti di balik dan bagian yang smooth di atas atau biarkan saja seperti saat ini.

6. Alasi setiap bagian adonan roti dengan kertas minyak atau kertas roti.  Lakukan hingga semua bagian adonan dan isi habis. Pastikan adonan selalu tertutup kain saat anda bekerja agar permukaan adonan selalu lembab. Tata adonan di atas meja/loyang, tutupi dengan kain bersih dan istirahatkan selama 15 menit. 

7. Panaskan dandang kukusan hingga airnya mendidih, masukkan adonan roti beserta dengan kertas minyak yang melekat di bagian bawahnya. Tata di dandang jangan sampai berdempetan. Dandang kukusan saya hanya muat 2 roti setiap kali mengukus. Tutup permukaan kukusan dengan kain putih, dan tutup dengan penutup dandang. Kukus selama 15 menit, hingga roti matang. 

8. Matikan api, biarkan bakpau di kukusan agar sedikit mengeras. Angkat dan sajikan. 

Tips

1. Jangan khawatir dengan hasil jadi isian yang terlihat sedikit. Bagi rata isian sesuai dengan jumlah bakpau yang ingin anda buat sebelum mulai menggilas adonan bakpau. Hal ini untuk mencegah "tidak adilnya" isian.
2. Saya menyarankan untuk menggunakan mixer ketika menguleni. Selain agar menghemat tenaga, menguleni 20 menit terkadang membuat orang jiper/mundur duluan dari membuat bakpau ini. Jika kurang 20 menit, tetap jadi sih bakpaunya, cuma teksturnya kurang membal dan cepat keras ketika dingin.

3. Jangan ragu dan segera buat! =D


0
comments

Monday, 25 August 2014

[Resep] Pannekoek alias Panekuk Belanda

Wah, ternyata sudah lama ya saya tidak menulis kegiatan masak-memasak. Memang kehamilan trimester pertama sempat membuat saya “musuhan” sama dapur. Terkena asap berlebih bisa berakibat mual dan muntah. Juga karena kondisi janin yang belum sepenuhnya kuat, dokter melarang saya untuk mengangkat atau melakukan pekerjaan terlampau lama. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik dan karena gampang lapar, saya pun kembali berkawan dengan piranti masak-memasak saya.

Akhir pekan kemarin saya dan suami utak-utik di dapur, pengen bikin jajanan. Karena sempat membeli tabloid Koki sehari sebelumnya, ada resep yang nyantol di hati, dan bikin kepikiran kalau tidak dibikin. Namanya, Pannekoek atau Panekuk Belanda.


Suami memang suka sekali dengan panekuk. Resep andalan kami tentu Pancake ala chef Yuda Bustara. Tapi kali ini tergoda juga melihat tampilan cantik di lembar tabloid. Ini resepnya, sila dicoba. Jangan khawatir, mudah sekali. Bahkan suami bisa tuntas mempraktikkan resepnya, karena ya memang tinggal aduk-aduk saja. Hehehe.

Bahan
200 gr Tepung terigu protein sedang (saya pakai Segitiga Biru)
1 sdt Gula pasir
¼ sdt Garam
2 butir Telur ayam
450 ml Susu cair
1 ½ sdm Mentega, lelehkan
Selai stroberi secukupnya
Gula halus secukupnya, untuk taburan.

Cara Buat
  1. Campur tepung terigu, gula pasir, garam, telur ayam dan susu cair. Aduk hingga rata. Saring bila adonan menggumpal.
  2. Tambahkan mentega cair, aduk kembali hingga rata.
  3. Panaskan pan dadar anti lengket berdiameter 27cm, tuang 1 sendok sayur adonan. Ratakan dan masak hingga matang. Angkat.
  4. Olesi permukaan panekuk dengan selai stroberi sesuai selera. Lipat panekuk hingga berbentuk ¼ lingkaran.
  5. Letakkan panekuk dalam piring saji, taburi dengan gula halus, sajikan.
Untuk 10 buah. (yang saya buat jadi 12 buah)

Tips
  1. Jika anda memiliki susu cair dalam kemasan yang disimpan dalam lemari pendingin, keluarkan dulu dan biarkan hingga mencapai suhu ruang. Saya mencampurkannya ketika masih agak dingin dan membuat mentega lelehnya menggumpal atau nggrindil.
  2. Isian bisa disesuaikan apa yang ada di rumah dan sesuai selera. Saya mencoba dengan selai bluberi, milo dan eskrim. Suami malah suka jika dimakan hangat-hangat, hanya dengan gula halus saja.
  3. Panekuk ini memang hasilnya tidak seperti panekuk amerika. Saya menyebut teksturnya campuran antara crepes suzette dan dadar gulung. Jadi tidak usah kaget kalau hasilnya tipis dan lemas.
  4. Perhatikan pengapian, gunakan api paling kecil saja. Kalau perlu dimatikan jika sudah agak terlalu panas, karena anda akan kesulitan saat meratakan adonan jika terlampau panas. 
0
comments

Sunday, 10 August 2014

Kelahiran, Kematian & Ujian.

Siang ini baru membaca di lini masa media sosial, bahwa seorang kakak senior saat SMA kehilangan putranya di hari ia dilahirkan. Saya belum tahu apakah ada sebab yang spesifik, dan tentu tak tega untuk bertanya. Mengingat bagaimana saya mengalami momen tersengat dalam hati tiap kali ada yang bertanya "kok bisa keguguran? Penyebabnya apa?", tentu sengat itu akan lebih mendalam bagi ia dan istrinya.

Perihal bayi yang meninggal saat lahir, saya teringat pada ceramah Emha Ainun Nadjib kala mengunjungi SMA kami dalam rangka peringatan hari besar Islam yang saya lupa tepatnya apa. Beliau saat itu bertutur bagaimana reaksinya saat bayi yang dilahirkan oleh Mbak Via (Novia Kolopaking) meninggal di hari kelahiran. Beliau tertawa, bersujud syukur gembira dan meminta tiap dokter & perawat di rumah sakit untuk memberi cak Nun ucapan selamat. Beliau melarang Mbak Via untuk menangis. Beberapa orang sampai khawatir, apakah cak Nun terlampau depresi karena putranya meninggal hingga bertingkah laku seperti itu. Tapi cak Nun membantah keras:

"Kalian harus memberiku selamat. Karena anak ini (yang beliau peluk), ia sudah membuat Allah mengampuni dosa-dosa orangtuanya. Dia sudah mengundang kami, aku & Mbak Via, untuk masuk di surgaNya!"

Masya Allah..
Tiap kelahiran dan kematian sungguh adalah ujian dari Sang Pencipta. Sungguh pula saya sering terselip, menganggap yang dititipkan adalah kepemilikan.

Saya percaya, hanya orang-orang terpilih yang mendapatkan ujian seberat itu, sebagaimana cak Nun, pun juga kakak kelas & istri. Semoga mas Rangga & Mbak Olivia dilimpahi kekuatan & keikhlasan serta kesadaran, rasa syukur atas keistimewaan yang mereka dapatkan. Amin.
0
comments

Friday, 1 August 2014

Hadiah Terindah

Saya: Wah, kalo ga jadi keluar berarti hadiah ulang tahun buat Ciku ga bisa hari ini dong..
Suami : Hadiah terindah sepanjang tahun ini buatku adalah samean hamil lagi, sehat dan adik bayinya juga sehat.

=')

P.S.: I love you Ciku, as always.
0
comments

Monday, 28 July 2014

Malam Takbir

Malam idul fitri ini sendu, karena pikirku lari padamu, anakku.
Mas Al, jika engkau tumbuh sehat, maka engkau hadir di saat ramadhan ini. 

Tapi engkau tumbuh di dekatNya, di tempat terindah bersama Sang Pemilik Cinta. 
Engkau beruntung nak. Bersuka citalah.

Tapi maafkan ibumu ini, aku mendadak sangat rindu padamu.
Ibu sekarang sedang tumbuh bersama adikmu. Doakan ia tumbuh sehat ya nak. 
Doakan pula bapak & ibu bisa jadi orang tua yang mampu mendidik & membesarkan adik-adikmu dengan baik. 
Kecupkan juga rinduku pada Ia, yang Maha Cinta.
Aku selalu sayang padamu, Al.

Bertakbirlah yang keras di sana, putraku.
0
comments

Sunday, 6 July 2014

Dua Tahun

Dua tahun.
Baru dua tahun memang sayang, tapi aku sudah jadi pelupa.
Lupa bagaimana bangun pagi tanpa menyebut namamu.
Tak ingat cara tidur sendiri di malam hari.
Tidak mau jika tanpamu, kekasih.

Tahun kedua, di kota yang berbeda.
Penuh kegembiraan juga kesedihan.
Berpindah ke gubuk perjuangan, yang selalu rajin engkau siangi rumputnya & engkau ubah menjadi surga dengan petikan gitar.

Di tahun ini kita merasakan menjadi orang tua, pun kehilangan anak kita.

Dua tahun, yang jadi awal perjalanan kita.
Semoga jalan yang akan kita tempuh adalah jalan penuh ridho & barokahNya.
Jalan yang jauh dari orang yang dengki & iri, juga penuh dengan jiwa yang bersih & baik hati.

Ciku, terima kasih karena selalu ada buatku.
Terima kasih, untuk tiap genggaman erat di kunjungan dokter yang masih menakutkan bagiku.
Terima kasih, sudah berlelah letih mencarikan nafkah.
Terima kasih, untuk waktu yang disisihkan, hanya untuk mendapatkan acara televisi Korea favoritku.
Terima kasih, untuk peluk cium hangat yang tak pernah absen, bahkan saat kita berbeda pendapat.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih, wahai suamiku tercinta, kekasih setia, sahabat tersayang, guru terseksi, rekan diskusi & bapak anak-anakku.

I love you, as always.
Von.

 

Copyright © 2010 Life's Never Boring Beibi! | Premium Blogger Templates & Photography Logos | PSD Design by Amuki